TANGERANG � Sebuah langkah besar bagi dunia kesehatan digital di Sulawesi Tenggara lahir dari ruang sidang pascasarjana Universitas Raharja, kamis (26/02/2026). Di bawah bimbingan Prof. Dr. Henderi, M.Kom dan Dr. Nur Azizah, S.Kom., M.Akt., M.Kom, Triadi Kurniawan, Chief Technology Officer (CTO) PT. FawaIT Teknologi Indonesia, sukses mempertahankan tesis magisternya yang berfokus pada optimasi stok darah menggunakan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence).
Inovasi Algoritma untuk Nyawa Sesama
Dalam studinya yang berjudul "Blood Demand Prediction in Southeast Sulawesi Using a Random Forest Algorithm: A Dataset-Based Study From the Sodarah Application", Triadi membuktikan bahwa data dapat menyelamatkan nyawa. Dengan memanfaatkan dataset dari aplikasi Sodarah.com, ia menerapkan algoritma Random Forest untuk memprediksi lonjakan permintaan darah di masa depan.
Penelitian ini menjadi sangat vital bagi ekosistem Sodarah.com, platform sosial karya PT. FawaIT Teknologi Indonesia yang selama ini menjadi jembatan antara pendonor dan mereka yang membutuhkan. Melalui sistem prediksi ini, distribusi darah tidak lagi sekadar berdasarkan insting, melainkan berdasarkan akurasi data yang presisi.
Dukungan dari "Rumah" FawaIT
Keberhasilan Triadi tidak lepas dari dukungan penuh keluarga besar FawaIT. Muhammad Adhan, CEO FawaIT sekaligus Founder Sodarah.com, tidak dapat menyembunyikan rasa bahagia dan bangganya atas capaian akademik serta teknis yang diraih oleh sahabat sekaligus rekan kerjanya tersebut.
"Saya sangat bangga atas dedikasi Mas Triadi. Ini bukan hanya soal gelar akademik, tapi soal pembuktian bahwa talenta lokal mampu menciptakan solusi tingkat tinggi," ujar pria yang disapa Adhan tersebut.
Ia menambahkan bahwa pencapaian ini akan menjadi suntikan energi baru bagi perusahaan. "Kami berharap FawaIT, melalui aplikasi Sodarah.com, akan semakin memberikan manfaat besar bagi masyarakat. Dengan adanya hasil penelitian ini, layanan kami tidak hanya sekadar menghubungkan orang, tapi juga mampu melakukan langkah antisipasi yang jauh lebih cerdas demi kemanusiaan," harapnya.